LUTEIN merupakan xanthophyll – senyawa berbentuk kristal padat dan berwarna kuning, termasuk dalam kategori karotenoid -yang banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau seperti bayam dan brokoli.
Bagi makhluk hidup, lutein berperan penting sebagai anti oksidan dan dalam absorpsi cahaya biru.

PERANAN PENTING LUTEIN BAGI KESEHATAN MATA

Dalam tubuh kita, Lutein terkonsentrasi di macula, sebuah area kecil di tengah-tengah retina yang sangat penting bagi penglihatan. Macula berada di tengah-tengah retina dan bersebelahan langsung dengan lensa mata. Macula merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat obyek dengan jelas.
Diduga, terkonsentrasinya lutein secara alami di daerah makula berfungsi untuk menjaga mata dari foto-oksidasi dan energi foton yang sangat tinggi dari cahaya biru.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pigmentasi macula menurunkan resiko terjadinya penyakit mata seperti ‘Age-related Macular Degeneration’ (AMD). Pigmen macular dipercaya melindungi retina dari radiasi sinar yang masuk ke mata. Macula menerima cahaya pada berbagai panjang gelombang, hal ini membuatnya rentan terhadap kerusakan oleh cahaya biru yang memiliki energi foton sangat tinggi. Perusakan macula oleh cahaya biru berkontribusi pada degenerasi macular berkaitan dengan bertambahnya usia. Gejala inilah yang dikenal dengan istilah AMD. AMD adalah kerusakan macula berupa menurunnya kerapatan pigmen yang berperan menyaring cahaya yang masuk ke mata. Akibatnya penderita AMD tidak bisa melihat dengan jelas, tidak dapat membaca, atau bahkan tidak dapat mengenali wajah teman sendiri.
AMD terbagi menjadi dua kelompok, yaitu dry AMD dan wet AMD. Dry AMD, yang merupakan kasus terbanyak AMD (90 persen), adalah kerusakan pada retina akibat pecahnya sel pada macula yang diakibatkan oleh suatu deposit yang disebut drusen. Tahap kerusakan selanjutnya mata adalah wet AMD yang mencakup pembentukan pembuluh darah abnormal pada macula yang berpotensi menyebabkan kebutaan total. AMD merupakan penyebab kebutaan yang permanen pada masyarakat Amerika Serikat berusia 65 tahun ke atas.
Paparan mata terhadap sinar matahari langsung sepanjang umur menurunkan kerapatan pigmen macular. Selain itu, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol diketahui berperan pada penurunan kerapatan pigmen tersebut. Menurunnya kerapatan pigmen macular berakibat pada menurunnya kemampuan retina untuk menyaring cahaya yang masuk. Dr Billy R Hammond melakukan studi kepekaan penglihatan pada dua kelompok umur yang berbeda (kelompok umur 24-26 tahun dan kelompok umur 64-80 tahun). Penelitian ini menunjukkan bahwa subyek yang berusia tua, dengan konsentrasi lutein dan zeaxanthin yang tinggi pada macula, memiliki kepekaan penglihatan yang sama dengan subyek yang berusia masih muda. Sebaliknya, subyek yang berusia tua dengan konsentrasi lutein dan zeaxanthin yang rendah memiliki kepekaan penglihatan yang rendah. Hal ini membuktikan bahwa lutein merupakan komponen aktif penting dalam proses penglihatan.
Para peneliti dari School of Medicine and Opthalmology Universitas Indiana dalam studi hubungan antara faktor makanan, medis, dan gaya hidup dengan kerapatan pigmen macular, membuktikan bahwa lutein dan zeaxanthin terbanyak menyumbang keragaman kerapatan pigmen macular. Hal tersebut menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin merupakan determinan utama kerapatan pigmen optik macular. Sementara itu, Dr Max Snodderly dari Universitas Harvard menemukan bahwa cahaya biru adalah penyebab utama kerusakan mata dan dapat menyebabkan foto-oksidasi pada daerah macula. Foto-oksidasi mengakibatkan peroksidasi lipid yang sangat bersifat toksik untuk retina. Snodderly menyimpulkan bahwa lutein mencegah kerusakan retina akibat cahaya biru dengan cara menyerap cahaya tersebut dan mencegah foto-oksidasi.
Para peneliti di DVA Medical Center-North Chicago menemukan bahwa suplemen lutein dapat membantu mencegah perkembangan AMD pada pasien yang menderita AMD. Berbagai penelitian membuktikan bahwa AMD adalah penyakit yang responsif terhadap makanan. Johanna Seddon dari Universitas Harvard, melalui studi pengaruh konsumsi karotenoid spesifik terhadap prevalensi AMD, mengungkapkan bahwa asupan 6 mg lutein per hari berkorelasi kuat dengan prevalensi AMD yang rendah. Seddon menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung lutein yang tinggi dapat menurunkan risiko AMD.

MANFAAT LUTEIN BAGI KATARAK DAN PERLINDUNGAN KULIT

Selain dapat mencegah AMD, lutein diketahui dapat juga mencegah katarak. Dr Lyle dari Universitas Wisconsin-Madison telah membuktikan hal ini melalui penelitian tentang hubungan antara asupan berbagai jenis anti-oksidan dengan kejadian katarak pada orang dewasa berumur 43-84 tahun. Dari antara berbagai anti-oksidan yang diteliti, lutein adalah satu-satunya anti-oksidan yang berkaitan dengan kejadian katarak. Hal ini menunjukkan adanya efek perlindungan oleh karotenoid ini terhadap katarak. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa lutein dapat membantu melindungi kulit dari radiasi sinar ultra violet.
Apakah Anda tidak mengonsumsi sayur-sayuran yang berdaun hijau tua dalam jumlah yang cukup? Atau, apakah Anda sangat sibuk sehingga amat sering mengonsumsi makanan siap saji? Kalau Anda menjawab, ya, berarti Anda adalah salah satu orang yang berpeluang besar mengalami kekurangan lutein.
Untuk memenuhi kecukupan lutein, Anda harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lutein setiap hari. Wortel, tomat, brokoli, dan buncis adalah beberapa jenis sayuran dengan kandungan lutein yang tinggi. Namun bila Anda kesulitan mengkonsumsi makanan-makanan ini setiap hari, SUPERLUTEIN dari NATURALLY PLUS adalah pilihan yang paling tepat bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>